Latest Posts

Pengertian Penyakit Sirosis Hati (SH)

No comments:





Sirosis Hati (SH) adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regeneratif.



Pada perjalanannya, peningkatan tekanan portal dan penurunan fungsi hati, mengakibatkan bertambahnya komplikasi-komplikasi seperti asites, perdarahan saluran cerna, ensefalopati dan ikterus. Timbulnya komplikasi-komplikasi ini menandai terjadinya pergantian dari fase kompensasi menjadi dekompensasi. Secara progresif mungkin terjadi terjadi peningkatan beberapa komplikasi seperti perdarahan berulang, kerusakan ginjal yang ditandai dengan adanya asites, sindroma hepatorenal dan sepsis (peritonitis bakteri spontan).

Tingkat morbiditas dan mortalitas meningkat pada kasus perdarahan berulang penderita sirosis hati dengan varises esofagus. Sekitar 50 – 60% penderita sirosis hati dengan varises esofagus akan mengalami perdarahan bermakna secara klinis dan 30% atau 1/3 dari penderita tersebut akan mengalami perdarahan dalam waktu 1 tahun setelah terdiagnosis varises esofagus.

Tingkat mortalitas dari episode pertama perdarahan varises berkisar antara 17 – 57% dimana 2/3 dari penderita yang selamat akan mengalami perdarahan ulang dalam enam bulan berikutnya bila tidak mendapat terapi ( - bloc k er atau endoskopi terapeutik). Dilaporkan juga mortalitas episode perdarahan VE sekitar 30 – 50% dimana 60% terjadi saat perdarahan berulang dan 30% saat awal perdarahan.

Risiko untuk terjadinya perdarahan berulangpaling tinggi pada 6 minggu pertama dan tetap tinggi sampai 6 bulan pertama setelah perdarahanawal. Faktor risiko yang mempengaruhi timbulnya perdarahan berulang pada VE adalah jenis kelamin,usia, adanya asites, derajat varises, tingkat keparahan penyakit hati, dan riwayat ligasi atau skleroterapi sebelumnya. 1,6 Ligasi varises endoskopi juga menunjukkan angka keberhasilan yang bermakna sekitar 80 – 90% untuk mengontrol perdarahan VE dengan komplikasi yang sedikit.

Diagnosis SH dibuat berdasarkan kriteria Soedjono dan Soebandiri tahun 1973, yaitu bila ditemukan 5 dari 7 keadaan berikut: eritema palmaris, spider nevi, vena kolateral atau varises esofagus, asites dengan atau tanpa edema, splenomegali, hematemesis dan melena, rasio albumin dan globulin terbalik dan ditunjang konformasi pemeriksaan USG abdomen. SH Dekompensata adalah pasien SH yang memenuhi kriteria Child B dan C. Sistem skoring untuk menilai prognosis hati kronis yang terdiri dari lima komponen variabel yang dipilih secara empirik, yaitu asites, ensefalopati, serum albumin, serum bilirubin dan PPT . Skor CTP biasakita sebut sebagai Child.

Pembagian besarnya varises esofagus menurut konsensus nasional perkumpulan astroenterologi Indonesia tahun 2007 dan berdasarkan guidelines tahun 2006 untuk menentukan derajat besarnya varises metode yang paling sederhana adalah dengan membaginya kedalam 3 tingkatan (grade), yaitu:

  1. Tingkat 1: varises yang kolaps jika esofagus dikembangkan dengan udara. 
  2. Tingkat 2: varises antara tingkat 1 dan 3. 
  3. Tingkat 3: varises yang cukup besar untuk menutup lumen. 




Read More

Hubungan Ibu Hamil Perokok Pasif dengan BBLR

No comments:





Merokok pasif atau merokok tanpa sadar (involuntary smoking) adalah terpapar asap tembakau tangan kedua/Second-Hand Smoke (SHS) yang merupakan campuran dari hembusan asap utama dan asap samping yang dilepaskan dari rokok yang dibakar atau perangkat merokok lainnya (cerutu, pipa, bidi, dan lain-lain) dan diencerkan dengan udara lingkungan. Asap tembakau tangan kedua/Second-Hand Smoke (SHS) juga disebut sebagai asap rokok lingkungan/ Environmental Tobacco Smoke (ETS) (WHO, 2003).

Merokok selama kehamilan merupakan faktor penentu yang kuat terhadap pertumbuhan janin dan risiko berat badan lahir rendah (Jaakkola dan Gissler, 2004).

Selain itu, merokok selama kehamilan meningkatkan risiko aborsi spontan, plasenta previa (plasenta yang sebagian atau seluruhnya menutupi os serviks internal), solusio plasenta (pemisahan dini plasenta dari dinding rahim). Selain itu, merokok meningkatkan risiko ketuban pecah dini, plasenta previa, dan kelahiran prematur (Amasha dan jaradeh, 2012).

Jika ibu terpapar nikotin maka dapat meningkatkan tekanan darah arteri dan denyut jantung sehingga dapat mengubah denyut jantung janin dan aliran darah umbilikal, dan menginduksi hipoksia pada janin (Guan et al.,2009). Unsur CO berikatan dengan Hb sehingga menghasilkan (COHb), dimana carboxyhemoglobin tidak dapat membawa O2 sehingga membatasi pelepasan O2 ke jaringan, dan dapat menyebabkan hipoksia pada janin (Venditti et al., 2011). Hipoksia pada janin dan menurunnya aliran darah umbilical dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin sehingga menyebabkan bayi berat lahir rendah (BBLR) (Venditti et al., 2011).



Read More

Pengertian Rokok secara Ilmiah

No comments:






Rokok adalah salah satu Produk Tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan dihisap dan/atau dihirup asapnya, termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nikotiana tabakum, nikotiana rustika, dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan (PP Nomor 109 Pasal 1, 2012).

Kategori perokok dibagi dalam kategori perokok ringan (1 sampai 10 batang perhari), perokok sedang (11 sampai 20 batang perhari), dan perokok berat (lebih dari 20 batang perhari) (Depkes, 2009).

Kandungan Rokok

Menurut Surgeon’s General Report (2010) Asap tembakau mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia. Ratusannya adalah zat beracun. Sekitar 70 bahan kimia dapat menyebabkan kanker.


Kandungan Zat yang terkandung pada Asap Rokok

Dari satu batang rokok yang dibakar dihasilkan sekitar 500 mg gas (92 %) dan 8 % bahan partikel padat. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida, asam hidrosianat, asetaldehid, akrolein, amonia, formaldehid, oksida dari nitrogen, nitrosiamin, hidrazin, dan vinil klorida. Sedang komponen padat atau partikel terdiri dari tar, hidrokarbon aromatik polinuklear, nikotin, fenol, kresol, β-naftilamin, N-nitrosonor nikotin, benzo (a) piren, logam (nikel, arsen, polonium-210), indol, karbazol, dan katekol (Syahdrajat, 2007)




Nikotin adalah obat simpatomimetik yang melepaskan katekolamin , meningkatkan denyut jantung dan kontraktilitas jantung, mengkonstriksi kulit dan pembuluh darah koroner, dan secara sementara meningkatkan tekanan darah (Benowitz, 2009).Paparan nikotin selama kehamilan dapat menyebabkan hipoksia intrauterin janin Pada orang dewasa, nikotin bisa meningkatkan tekanan darah arteri dan denyut jantung. Jika ibu terpapar nikotin maka dapat meningkatkan tekanan darah arteri dan denyut jantung sehingga dapat mengubah denyut jantung janin dan aliran darah umbilikal, dan menginduksi hipoksia pada janin (Guan et al.,2009).

Unsur CO memiliki afinitas 250 kali lebih besar daripada molekul oksigen (O2) untuk berikatan dengan Hb sehingga menghasilkan (COHb), dimana carboxyhemoglobin tidak dapat membawa O2 sehingga membatasi pelepasan O2 ke jaringan, dan dapat menyebabkan hipoksia pada janin (Venditti et al., 2011).



Read More

Penyakit Lambung

No comments:



Penyakit lambung, sering disebut juga sakit maag adalah yang diakibatkan oleh kelebihan asam lambung, sehingga dinding lambung lama -lama tidak kuat menahan asam lambung tersebut sehingga timbul rasa sakit yang sangat mengganggu bagi penderita.

Gejala khas sakit pada lambung adalah rasa panas di dada, rasa tidak nyaman waktu menelan, dan rasa sakit waktu menelan. Gejala tambahan meliputi serangan asma, suara serak, mual dan muntah, nyeri pada dada dan sering sendawa (Anonim 2011).


Penyebab Penyakit Lambung

Bila mukosa lambung sering kali atau dalam waktu cukup lama bersentuhan dengan aliran balik getah duodenum yang bersifat alkalis, Peradangan sangat mungkin terjadi dan akhirnya malah berubah menjadi tukak lambung. Gastritis dapat pula disebabkan oleh turunnya daya tangkis mukosa, yang dalam keadaan sehat sangat tahan terhadap sifat agresif HCl-pepsin.

Keutuhan dan daya regenerasi sel-sel mukosa dapat diperlemah tidak saja oleh sekresi HCl berlebihan, melainkan oleh obat-obat OAINS, kortikosteroid dan alkohol dalam kadar tinggi dapat merusak barrier mucus dan mengakibatkan pendarahan (Tjay, 2002).


Gambaran klinis

Gejala umumnya tidak ada atau kurang nyata, kadang kala dapat berupa gangguan pada pencernaan (indigesti, dispepsia), nyeri lambung dan muntah -muntah akibat erosi kecil di selaput lendir. Adakalanya terjadi pendarahan.


Penyembuhan Penyakit Lambung

Berdasarkan penyebab penyakit lambung, penyembuhannya dilakukan dengan menetralkan asam lambung, mengurangi produksi asam lambung, mengobati infeksi pada selaput lendir lambung, dan mengurangi rasa sakit akibat iritasi selaput lendir atau kekejangan otot dinding lambung.

Obatnya adalah Antasid, Anti-Histamin, Anti- Kolinergik, Demulcent (dapat mengurangi iritasi lokal pada tukak lambung, dan secara fisik melindungi sel-sel di bawahnya terhadap kontak dengan iritan dari luar)(Anonim, 2010).





Baca Juga:

Pengertian Lambung
Mengenal Tentang Penyakit Maag (Gastritis)
Pengertian Obat Menurut Undang - Undang


Read More

Pengertian Obat Menurut Undang - Undang

No comments:



Obat adalah semua bahan tunggal atau campuran yang digunakan oleh semua mahluk untuk bagian dalam maupun bagian luar, guna mencegah, meringankan, maupun menyembuhkan penyakit. Menurut undang-undang, yang dimaksud dengan obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menentukan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit luka, atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan, termasuk memperelok tubuh atau bagian tubuh manusia (syamsuni, 2006).

Obat dapat bersifat sebagai obat dan juga dapat bersifat sebagai racun. Obat bersifat sebagai obat jika tepat dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan waktu yang tepat. Akan tetapi apabila digunakan penyalahgunaan dalam pengobatan atau dengan dosis yang berlebihan maka dapat menimbulkan keracunan, sebaliknya apabila dosis yang diberikan lebih kecil maka tidak akan memperoleh efek penyembuhan (Anonim, 2011).


  • Peran Obat
Obat merupakan salah satu komponen yang tidak dapat tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Obat berbeda dengan komoditas perdagangan, karena selain merupakan komoditas perdagangan, obat juga memiliki fungsi sosial. Obat berperan sangat penting dalam pelayanan kesehatan karena penanganan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat atau farmakoterapi. Seperti yang telah dituliskan pada pengertian obat diatas, maka peran obat secara umum adalah sebagai berikut (Sanjoyo, UGM):

1) Penetapan diagnosa
2) Untuk pencegahan penyakit
3) Menyembuhkan penyakit
4) Memulihkan (rehabilitasi) kesehatan
5) Mengubah fungsi normal tubuh untuk tujuan tertentu
6) Peningkatan kesehatan
7) Mengurangi rasa sakit


  • Prinsip Pemberian Obat
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian obat secara umum adalah sebagai berikut (Anonim, 2010):


1. Tepat Penderita

Dalam memberikan obat, harus memastikan dan memeriksa identitas pasien pada setiap kali pemberian obat. Apakah obat yang diberikan sesuai dengan penderitanya


2. Tepat Obat

Sebelum memberikan obat pada pasien, perlu membaca kembali label obat serta interaksi obat dan memastikan kembali bahwa pasien menerima obat yang telah diresepkan sesuai dengan penyakit yang derita. Dalam memberikan obat pada pasien, sebaiknya mengecek obat pada saat menerima resep, agar tidak terjadi kesalahan saat memberikan obat.


3. Tepat Dosis

Memastikan dan memeriksa dosis tertentu yang telah diresepkan dokter untuk pasien dengan penyakit tertentu agar tidak terjadi over dosis atau under dosis yang dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.


4. Tepat Waktu

Memberikan obat yang telah diresepkan pada waktu-waktu tertentu serta memperhatikan kapan obat tersebut diberikan, sebelum makan atau sesudah makan. Misal: obat x diberikan dengan dosis harian 2 x sehari sebelum makan


5. Waspada

Waspada terhadap efek samping yang ditimbulkan obat




Baca Juga:

Penyakit Lambung 
Pengertian Lambung
Mengenal Tentang Penyakit Maag (Gastritis)


Read More

Mengenal Tentang Penyakit Maag (Gastritis)

No comments:




Maag atau radang lambung atau tukak lambung atau gastritis adalah gejala penyakit yang menyerang Lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan Lambung yang menyebabkan sakit dan perih pada Perut (Ilyas, Sadeli).

Radang lambung


Maag sendiri merupakan kosa kata Belanda yang berarti lambung, yang kemudian di Indonesiakan menjadi maag yaitu sakit pada lambung. Umumnya penyakit ini sering terjadi pada orang bergolongan darah O. Penyakit ini berupa peradangan selaput lendir (mukosa) lambung (gastritis) atau luka mukosa lambung (gastric ulcer) yang dikenal dengan istilah tukak lambung (ulcus pepticum).

Lambung dalam keadaan sakit terdapat borok-borok pada mukosa lambung. Borok terjadi akibat tidak seimbangnya sekresi asam lambung-pepsin dan mukus yaitu produk kelenjar pada mukosa lambung yang berfungsi sebagai benteng bagi lapisan mukosa lambung. Karena lambung terletak di rongga perut bagian atas agak ke kiri, maka penderita biasanya mengeluh sakit di bagian itu (Anonim, 2010).

Gastritis terjadi karena berbagai sebab, penyebab paling umum akibat peningkatan produksi asam lambung atau menurunya daya tahan dinding lambung terhadap pengaruh luar. Gastritis akut yang tidak diobati akan berkembang menjadi kronis.

Gastritis kronis yang disertai borok atau luka pada dinding lambung disebut tukak lambung. Secara garis besa r beberapa faktor pemicu timbulnya penyakit ini dikelompokkan dalam empat golongan, antara lain faktor makanan, obat -obatan dan zat kimia, faktor psikologi, serta infeksi bakteri (Uripi, 2004).

Tujuan utama dalam pengobatan gastritis adalah menghilangkan n yeri,menghilangkan inflamasi dan mencegah terjadinya ulkus lambung dan komplikasi. Berdasarkan patofisiologisnya terapi farmakologi gastritis ditujukan untuk menekan faktor agresif dan memperkuat faktor defensif.

Sampai saat ini pengobatan ditujukan untuk mengurangi asam lambung yakni dengan cara menetralkan asam lambung dan mengurangi sekresi asam lambung. Selain itu pengobatan gastritis juga dilakukan dengan memperkuat mekanisme defensive mukosa lambung dengan obat-obat sitoproteksi (Dipiro, 2008)

Telah banyak obat yang beredar yang bertujuan mengobati penyakit gastritis. Di samping itu kepada penderita tetap dianjurkan mengatur pola makannya dan menghindari faktor - faktor yang dapat memperparah penyakitnya. Penggunaan obat penghambat H2 (Ranitidin) bertujuan untuk mengurangi sekresi asam, antasid digunakan untuk menetralkan asam yang tersekresi dan sukralfat untuk melapisi daerah inflamasi atau ulserasi sehingga dapat mempercepat penyembuhan (Herman, 2004).

Penyakit ulkus peptikus (tukak) merupakan pembentukan ulkus pada saluran pencernaan bagian atas yang diakibatkan oleh pembentukan asam dan pepsin. Tukak berbeda dari erosi mukosa superfisial dalam yang membuat luka lebih dalam pada mukosa muskularis.

Tiga bentuk umum dari tukak adalah ulcer yang disebabkan oleh H. Pylori , obat anti inflamasi non steroid, dan kerusakan mokosa yang berhubungan dengan stress (ulcer stress) (Sukandar, Yulina Elin).

Bakteri patogen pada saluran cerna merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit infeksi pada saluran cerna manusia. Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit infeksi pada saluran cerna adalah bakteri -bakteri famili Enterobacteriaceae.

Bakteri patogen













Bakteri ini dapat hidup dalam usus besar manusia dan hewan, dalam tanah, dan dalam air. Karena dalam usus besar manusia, bakteri-bakteri ini sering disebut bakteri enterik (Radji, 2010).





Baca Juga:

Pengertian Lambung
Penyakit Lambung 
Pengertian Obat Menurut Undang - Undang


Read More

Pengertian Lambung

No comments:



Lambung merupakan suatu tabung elastis, yang lebar dan lunak. Lambung dapat memperbesar sampai 30 cm panjangnya dengan volume 3-4 liter. Dinding terdiri dari 3 lapisan otot yang dari dalam diselubungi oleh selaput-perut. Otot-otot ini berfungsi menggerakkan peristaltik yang meremas makanan menjadi bubur.

Lambung dibagi dalam tiga bagian, yakni bagian atas (fundus), bagian tengah (corpus), dan bagian bawah (antrum) yang meliputi pelepasan lambung (pylorus). Selain otot penutup pylorus, dibagian atas lambung juga terdapat otot melingkar lain, yakni sfingter kerongkong-lambung (katup gastro-oesophagus).



Sfingter tersebut bekerja sebagai katup dan berfungsi menyalurkan makanan kehanya satu jurusan, yaitu kearah usus.

Fungsi lambung adalah sebagai penampung makanan dan ditempat inilah makanan diaduk secara intensif dengan getah lambung dan terjadi absorpsidari bahan makanan tertentu (Tjay, 2002).Proses pencernaan dimulai dalam mulut, tempat di mana makanan dihaluskan sambil diaduk dengan ludah. Kelenjar liur mengsekresi enzim amilase ( ptyalin) yang berfungsi “melumas” makanan sehingga lebih mudah ditelan.

Dalam kerongkongan (oesophagus), yang panjangnya 25 cm, makanan kemudian didorong dengan gerakan peristaltic melalui katup gastro-oesophagus pada ujung oesophagus kearah lambung. Gerakan berombak ini yang terdiri dari gerakan kontraksi dan relaksasi, ditimbulkan oleh otot-otot pada dinding oesophagus (Tjay, 2002) .

Lambung terletak di bagian kuadran kiri atas dari abdomen dan mempunyai kapasitas kira-kira 1500 mL. Terdapat 3 bagian utama yaitu fundus, badan dan antrum. Pylorus adalah bagian kecil dari antrum.

Fungsi lambung adalah :

  1. Mencerna makanan secara mekanikal.
  2. Sekresi, yaitu kelenjar dalam mukosa lambung mensekresi 1500 – 3000 mL gastrik juice (cairan lambung) per hari. Komponene utamanya yaitu mukus, HCL (hydrochloric acid), pensinogen, dan air. Hormon gastrik yang disekresi langsung masuk kedalam aliran darah.
  3. Mencerna makanan secara kimiawi yaitu dimana pertama kali protein dirubah menjadi polipeptida
  4. Absorpsi, secara minimal terjadi dalam lambung yaitu absorpsi air, alkohol, glukosa, dan beberapa obat.
  5. Pencegahan, banyak mikroorganisme dapat dihancurkan dalam lambung oleh HCL.
  6. Mengontrol aliran chyme (makanan yang sudah dicerna dalam lambung) kedalam duodenum. Pada saat chyme siap masuk kedalam duodenum, akan terjadi peristaltik yang lambat yang berjalan dari fundus ke pylorus (Sain, 2009).





Baca Juga:

Mengenal Tentang Penyakit Maag (Gastritis)
Penyakit Lambung 
Pengertian Obat Menurut Undang - Undang


Read More

Merokok dan Periodontitis

No comments:



Berbagai penelitian bertujuan mengetahui keterkaitan kerusakan jaringan periodontal dengan merokok. Melalui pengukuran probing depth, hilangnya attachmentklinis dan hilangnya tulang alveolar dapat diketahui bahwa keadaan menjadi lebih prevalen dan lebih berat pada perokok dibanding kontrol yang bukan perokok. Dampak ini diperolehdari penelitian-penelitian yang berbeda dan pada populasi yang berbeda pula sesudah mengendalikan berbagai faktor pengganggu yang potenial. Sebuah meta-analisis yang mencakup 6 penelitian meliputi 2.361 subyek, menguraikan mengenai efek merokok terhadap hilangnya jaringan penunjang periodontal.Hasil analisis menunjukkan bahwa merokok mengakibatkan peningkatan risiko terjadinya kerusakan jaringan periodontal, dengan total nilai odds-ratio= 2,82 (95% CI 2,36-3,39).

Dari beberapa penelitian jika definisi periodontitis dipakai lebih dalam dan luas, ternyata pada kelompok perokok dengan resiko periodontitis menunjukkan nilai odds-ratio yang lebih tinggi (> 6-7); nilai odds-ratioyang lebih tinggi juga dijumpai pada orang muda. Yang menarik perhatian, pada observasi tentang keterkaitan efek merokok dengan early-onset periodontitis; hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada remaja/adolescent yang merokok, risiko untuk terkena generalized forms juvenile periodontitis semakin meningkat.

Periodontitis Pada Gigi

Efek merokok yang berkepanjangan dan prevalensi kerusakan jaringan periodontal juga menunjukkan saling bergantung satu dengan lainnya. yaitu dengan estimasi pada ukuran berat/ringannya dalam mengisap rokok. Melalui berbagai hasil observasi penelitian danpopulasi ternyata keterkaitan antara statusmerokok dan kerusakan jaringan periodontal adalah sangat kuat dan konsisten. Kenyataanini menjadi bahan perdebatan apakah merokok merupakan suatu indikator risiko yang lebihtinggi bagi timbulnya periodontitis dan anggapan bahwa merokokpun sesungguhnyamerupakan juga suatu faktor risiko.

Walaupun demikian, harus diingat bahwa penyebablangsung belum dapat dibuktikan sampai saat ini. Dukungan tidak langsung dari konsep bahwa berhenti merokok dapat memberi pengaruh menguntungkan bagi kondisi jaringan periodontal (dan ini merupakan hubungan penyebab) diperoleh dari membandingkan luasnya, berat/ringan dan kecepatan periodontal diseasepada perokok / current-smoker, mantan perokok /formersmokerdan bukan perokok.

Penelitian ini memberi indikasi bahwa pada mantan perokok terdapat ambang periodontal diseaseyang sedang / intermediate, berbeda dibanding dengan bukan perokok dan perokok. Yang menarik, ternyata kecepatan rata-rata alveolar bone lossberkurang sepertiga pada mantan perokok jika dibanding pada perokok.

Di samping fakta bahwa merokok mempunyai kaitan dengan sejumlah penyakit/kondisi sistemik, masih dipertentangkan peran kausatif paparan asap rokok terhadap perkembangan penyakit periodontitis dan suatu hubungan kausal antara merokok terhadap kerusakan periodontal diseaseyang pada umumnya dianggap bersifat biologis. Dari sudut pandang ini, menunjukkan bahwa:

pada perokok memperlihatkan ambang infeksi mikroorganisme yang lebih tinggi dan unsur yang terdapat dalam asap tembakau dapat mengubah respons inflamasi dan responsimun.

Apakah merokok merupakan suatu faktor risiko terjadinya periodontitis? Semuanya menjadi jelas pada periodontitis yaitu denganadanya prevalensi periodontitis yang menonjol akibat dari kebiasaan merokok. Estimasi saat ini menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan >20% prevalensi periodontitis pada kelompok usia muda. Bila berhenti merokok dapat menurunkan prevalensi kerusakan berat dari penyakit periodontal sebesar 1-2%.



Informasi Terkait:




Read More

Toksin yang Terdapat di dalam Asap Rokok

No comments:




Pembuktian eksperimen seringkali menunjukkan bahwa mengisap rokok merupakan penyebab dari penyakit manusia yang sesungguhnya dapat dicegah. Lebih dari 4000 toksin terdapat di dalam asap rokok, meliputi racun-racun seperti karbon monoksida, substansi toksis seperti radikal-radikal oksidan, zat-zat karsinogen seperti zat-zat nitrosamin, dan substansi-substansi adiktif psikoaktif seperti nikotin.


Penelitian baru-baru ini, menduga bahwa nikotin dalam rokok merusak sistem respons imun dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di dalam jaringan sekitar gigi. Hal ini menyebabkan suatu penurunan oksigen di dalam jaringan dan merusak sistem respons imun, dengan demikian membentuk suatu lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan bakteri penyebab penyakit periodontal / periodontal disease.

Merokok secara jelas dapat meningkatkan risiko untuk terkena semua penyakit dan dapat berkembang menjadi berbagai kondisipatologik yang menyebabkan kematian. Sebagian besar dari keadaan tersebut telah dibuktikan merupakan penyebab langsung antara kebiasaan merokok dan perkembangan penyakit. Data prospektif longitudinal yang dibuat selama 40 tahun menunjukkan bahwa 50% dari pengisap rokok akan meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Ternyata dengan penghentian (pengurangan) merokok mempunyai kaitan dengan penurunan angka kematian, penurunan risiko berkembangnya aneka macam penyakit, dan meningkatnya harapan hidup. Oleh karena itu pada akhirakhir ini, sebagian besar negara industri ada upaya-upaya di bidang pengabdian masyarakat disertai oleh aksi di bidang hukum/legislatif. Upaya ini telah berhasil mencegah keinginan orang untuk merokok dan cenderung secara sukarela untuk berhenti merokok. Upayaupaya ini berhasil menurunkan prevalensi merokok dan dapat mengurangi konsumsi tembakau. Namun demikian, sebagian kelompok populasi di negara-negara industri tersebut masih saja terus merokok.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia di mana informasi mengenai pengaruh negatif merokok bagi kesehatan masih kurang, ditambah dengan galaknya pemasaran rokok oleh perusahaan rokok sehingga cenderung dapat menyebabkan orang menjadi merokok dan tidak efektifnya gerakan anti-merokok. Di samping efek sistemik dari merokok telah diketahui dengan jelas, dan bermacammacam kondisi mulut mempunyai hubungan dengan kebiasaan ini. Telah dilaporkan kemungkinan berkembangnya kanker mulut, karies, penyakit periodontal, tanggalnya gigi, dan edentulisme.




Informasi Terkait:


Tanggalnya gigi Akibat Merokok


Read More

Pengaruh Rokok Terhadap Gigi

No comments:






Merokok merupakan penyebab berbagai kondisi patologik yang dapat menimbulkan penyakit dan bahkan kematian. Nikotin dalam rokok merusak sistem respons imun dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah termasuk pembuluh darah jaringan sekitar gigi geligi. Dari beberapa penelitian pada perokok, dijumpai adanya pembentukan plak gigi dan menurunnya ambang inflamasi gingiva.

Terjadi keterkaitan antara perokok dengan early onset periodontitis dan pada jangka panjang menyebabkan kerusakan periodontal yang mengakibatkan tanggalnya gigi-geligi. Sebaliknya, dengan berhenti merokok dijumpai pengaruh menguntungkan bagi kondisi jaringan periodontal yang pada akhirnya memberikan keberhasilan terapi periodontal.

Selain itu hasil penelitian cross-sectional menunjukkan secara signifikan bahwa perokok memiliki angka kejadian karies serta skor DMF yang lebih tinggi dibandingkan bukan perokok.Terjadinya karies akar pada pasien yang sedang menjalani terapi periodontal juga lebih tinggi pada perokok, dibanding bukan perokok.

Hubungan antara merokok dengan peningkatan angka kejadian karies, berkaitan dengan penurunan fungsi saliva yang berperan dalam proteksi gigi, akibat merokok. Penelitian lain menunjukkan bahwa terdapat perebedaan kapasitas bufferingsaliva pada perokok dan bukan perokok, yang juga berkaitan dengan resiko terjadinya karies.Resiko terjadinya kehilangan gigi pada perokok, tiga kali lebih tinggi dibanding pada bukan perokok.





Informasi Terkait:


Tanggalnya gigi Akibat Merokok
Pengaruh Rokok Terhadap Rongga Mulut

Pengaruh Merokok Terhadap Kesehatan Gigi Dan Rongga Mulut


Read More

Tanggalnya gigi Akibat Merokok

No comments:





Kehilangan gigi merupakan akibat langsung dari periodontitis yang tidak diobati. Maka itu, hubungan antara gigi tanggal/tooth lossdan merokok menjadi relevan untuk dibahas, yaitu mengenai efek mengisap tembakau dan periodontitis. Meskipun demikian harus ditegaskan bahwa hal yang dibahas berkaitan dengan semua penyebab kematian gigi dan tidak hanya hilangnya gigi akibat periodontitis. Data-data epidemiologis secara nyata menunjukkan bahwa pada perokok, prevalensi edentulismedan insidens tooth losslebih tinggi dibanding bukan perokok.

Penemuan ini diperoleh dari hasil observasi pada kelompok gender, kelompok umur yang berbeda, dan kelompok populasi yang berbeda sesudah mengendalikan faktor pengganggu terutama higiene mulut dan status sosio-ekonomi. Walaupun demikian, belum dapat dibuktikan ada hubungan langsung antara tooth lossdan merokok, namun ada keterkaitan yang erat antara merokok dengan karies cervical, karies coronal dan periodontitis. Periodontitis merusak jaringan lunak dan tulang yang menunjang gigi, dan seringkali mengakibatkan gigi menjadi tanggal.




Informasi Terkait:


Merokok dan periodontitis
Toksin Yang terdapat di dalam Asap Rokok
Pengaruh Rokok Terhadap Gigi
Pengaruh Rokok Terhadap Rongga Mulut
Pengaruh Merokok Terhadap Kesehatan Gigi Dan Rongga Mulut


Read More

Pengaruh Merokok Terhadap Kesehatan Gigi dan Rongga Mulut

No comments:




Gaya Hidup Merokok

Parah ahli medis dan dokter menyatakan bahwa merokok memiliki pengaruh negatif terhadap kondisi sistemik, maupun lingkungan lokal rongga mulut. Kanker paru, penyakit kardiovaskuler, neoplasma larynx dan esophagus, merupakan penyakit sitemik yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Efek lokal merokok terhadap gigi dan rongga mulut antara lain menyebabkan terjadinya radang gusi, penyakit periodontal, karies akar, kehilangan tulang alveolar, keilangan gigi, serta berhubungan dengan munculnya lesi-lesi khas pada jaringan lunak rongga mulut.

Sakit pada Rongga Mulut Akibat Rokok

Panas yang ditimbulkan akibat pembakaran rokok, dapat mengiritasi mukosa mulut secara langsung, menyebabkan perubahan vaskularisasi dan sekresi saliva. Terdapat peningkatan laju aliran saliva dan konsentrasi ion Kalsium pada saliva, selama proses merokok. Senyawa Kalsium fosfatase yang ditemukan pada kalkulus supragingiva, berasal dari saliva.

Hal tersebut dapat dijadikan dasar, mengapa skor kalkulus pada perokok lebih tinggi dibanding bukan perokok.Keratosis yang berupa bercak putih dengan permukaan kasar dan keras pada palpasi, muncul akibat kontak kronis dengan asap tembakau. Rokok dapat menstimulasi melanosit mukosa mulut sehingga memproduksi melanin berlebihan. Melanin kemudian mengendap pada lapisan sel basal mukosa, sehingga terjadi pigmentasi coklat pada mukosa bukal dan gingiva, yang dikenal sebagai melanosis perokok.

Merokok juga menyebabkan penurunan antibodi dalam saliva, yang berguna untuk menetralisir bakteri dalam rongga mulut, sehingga terjadi gangguan fungsi sel-sel pertahanan tubuh. Potensial reduksi-oksidasi (Eh) pada regio gingiva dan rongga mulut menurun akibat merokok. Hal tersebut berpengaruh terhadap peningkatan jumlah bakteri anaerob dalam rongga mulut.

Penurunan fungsi antibodi saliva, disertai dengan meningkatnya jumlah bakteri anaerob rongga mulut, menimbulkan rongga mulut rentan terserang infeksi. Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG) merupakan salah satu lesi yang muncul akibat infeksi bakteri anaerob.Kerusakan jaringan periodontal akibat merokok, diawali dengan terjadinya akumulasi plak pada gigi dan gingiva. Tar yang mengendap pada gigi, selain menimbulkan masalah secara estetik, juga menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar, sehingga mudah dilekati plak. Akumulasi plak pada margin gingiva, diperparah dengan kondisi kebersihan mulut yang kurang baik, menyebabkan terjadinya gingivitis.

Perubahan vaskularisasi gingiva akibat merokok, menyebabkan terjadinya inflamasi gingiva. Dilatasi pembuluh darah kapiler, diikuti dengan peningkatan aliran darah pada gingiva dan infiltrasi agen-agen inflamasi, menimbulkan terjadinya pembesaran gingiva. Kondisi ini diikuti dengan perubahan populasi sel, yaitu dengan bertambahnya jumlah Limfosit dan Makrofag. Gingivitis yang tidak dirawat, dapat berlanjut menjadi periodontitis akibat dari invasi kronis bakteri plak dibawah margin gingiva. Peningkatan vaskularisasi, diikuti dengan akumulasi sel-sel inflamasi kronis, menyebabkan hilangnya kolagen pada jaringan ikat gingiva yang terpapar. Hilangnya perlekatan gingiva dengan gigi, menyebabkan terjadinya resesi gingiva, yang berakibat pada resiko karies akar. Kehilangan tulang alveolar serta kehilangan gigi merupakan kondisi paling parah dari periodontitis.

Hasil penelitian membuktikan bahwa merokok juga dapat menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah. Hal tersebut mungkin dipengaruhi oleh derajat inhalasi asap rokok serta absorbsi nikotin kedalam jaringan.Terjadinya vasokonstriksi pembuluh darah, menurunnya aktifitas PMNs, berkurangnya aliran darah dan cairan sulkus gingiva, berakibat pada menurunnya suplai oksigen dan nutrisi pada jaringan, sehingga dapat menghambat penyembuhan luka.

Merokok sebagai faktor predisposisi, dapat meningkatkan kemungkinan kanker rongga mulut sekitar 2-4 kali. Iritasi kronis bahan karsinogen tar menyebabkan perubahan awal struktur dasar epitel mukosa mulut, seperti deskuamasi, atropi, keratosis, bahkan dapat menyebabkan displasia epitel yang mengalami keganasan. Kanker rongga mulut diawali dengan perubahan mukosa yang tidak disertai rasa sakit. Merokok juga menyebabkan rangsangan pada papila filiformis, sehingga mengalami hipertrofi. Selanjutnya, hasil pembakaran rokok yang berwarna hitam kecoklatan mudah dideposit, sehingga perokok sukar merasakan rasa pahit, asin, dan manis, karena rusaknya ujung sensoris dari tastebuds.


Dapat disimpulkan hasil pembakaran rokok mengandung berbagai jenis toksin dan agen karsinogen yang dapat membahayakan, tidak hanya pada orang yang merokok (perokok aktif), tetapi juga pada orang disekitar perokok (perokok pasif).Selain dapat menyebabkan terjadinya penyakit sistemik seperti kanker paru, penyakit kardiovaskuler, risiko terjadinya neoplasma larynx, esophagus, merokok juga terbukti berhubungan dengan munculnya berbagai kelainan gigi dan rongga mulut. Sebagai dokter gigi, kita hendaknya dapat mengambil peranan penting dalam mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk menghindari rokok, dengan memberikan gambaran tentang berbagai bahaya merokok, terutama yang berhubungan dengan kelainan gigi dan rongga mulut.




Informasi Terkait:


Tanggalnya gigi Akibat Merokok


Read More

Pengaruh Rokok Terhadap Rongga Mulut

1 comment:





Rongga mulut adalah bagian yang sangat mudah terpapar efek rokok, karena merupakan tempat terjadinya penyerapan zat hasil pembakaran rokok yang utama.Komponen toksik dalam rokok dapat mengiritasi jaringan lunak rongga mulut, dan menyebabkan terjadinya infeksi mukosa, dry socket, memperlambat penyembuhan luka, memperlemah kemampuan fagositosis, menekan proliferasi osteoblas, serta dapat mengurangi asupan aliran darah ke gingiva.

Gambar 1. Efek merokok pada jaringan periodontal

Kelainan jaringan lunak mulut akibat komponen toksik dan agen karsinogen yang terkandung dalam asap rokok, antara lain eritroplakia, leukoplakia, keratosis rokok, squamous cell carcinoma, serta verrucous carcinoma. Kondisi patologis dalam rongga mulut yang juga sering ditemukan pada perokok adalah karies akar, halitosis, periimplantitis, penurunan fungsi pengecapan, staining pada gigi atau restorasi, serta penyakit periodontal. Penyakit periodontal termasuk akumulasi plak dan kalkulus, saku periodontal, inflamasi gingiva, resesi gingiva, serta kehilangan tulang alveolar.

Perubahan panas akibat merokok, menyebabkan perubahan vaskularisasi dan sekresi kelenjar liur. Merokok juga menyebabkan rangsangan pada papilla filiformis sehingga menjadi lebih panjang (hipertropi).

Rangsangan asap rokok yang lama, dapat menyebabkan kerusakan pada bagian mukosa mulut yang terpapar, penebalan menyeluruh bagian epitel mulut, hingga dapat menimbulkan bercak putih keratotik yang menandai leukoplakia dan kanker mulut.




Informasi Terkait:


Tanggalnya gigi Akibat Merokok


Read More

PERILAKU SEHAT DAN PERILAKU SAKIT

No comments:



Penelitian-penelitian dan teori-teori yang dikembangkan oleh para antropolog seperti perilaku sehat (health behavior), perilaku sakit (illness behavior) perbedaan antara illness dan disease, model penjelasan penyakit (explanatory model ), peran dan karir seorang yang sakit (sick role), interaksi dokter-perawat, dokter-pasien, perawat-pasien, penyakit dilihat dari sudut pasien, membuka mata para dokter bahwa kebenaran ilmu kedokteran modern tidak lagi dapat dianggap kebenaran absolut dalam proses penyembuhan (13).



Perilaku sakit diartikan sebagai segala bentuk tin dakan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit agar mem - peroleh kesembuhan, sedangkan perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, termasuk pencegahan penyakit, perawatan kebersihan diri, penjagaan kebugaran melalui olah raga dan makanan bergizi(14).

Perilaku sehat diperlihatkan oleh individu yang merasa dirinya sehat meskipun secara medis belum tentu mereka betul-betul sehat. Sesuai dengan persepsi tentang sakit dan penyakit maka perilaku sakit dan perilaku sehat pun subyektif sifatnya. Persepsi masyarakat tentang sehat - sakit ini sangatlah dipengaruhi oleh unsur pengalaman masa lalu di samping unsur sosial budaya. Sebaliknya petugas kesehatan berusaha sedapat mungkin menerapkan kreter ia medis yang obyektif berdasarkan gejala yang tampak guna mendiagnosis kondisi fisik individu.
Read More

Pengertian Paradigma Sehat

No comments:






Paradigma sehat adalah cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, proaktif antisipatif, dengan melihat masalah

kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral, dalam suatu wilayah, yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan per - lindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit.

Pada intinya paradigma sehat memberikan perhatian utama terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi kesehatan, memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk menjaga agar yang sehat tetap sehat namun teta p mengupayakan yang sakit segera sehat. Pada prinsipnya kebijakan tersebut menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan kesehatan daripada mengobati penyakit.

Telah dikembangkan pengertian tentang penyakit yang mempunyai konotasi biomedik dan sosio kultural(5). Dalam bahasa Inggris dikenal kata disease dan illness sedangkan dalam bahasa Indonesia, kedua pengertian itu dinamakan penyakit. Dilihat dari segi sosio kultural terdapat perbedaan besar antara kedua pengertian tersebut. Dengan disease dimaksudkan gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologik dan psikofisiologik pada seorang individu, dengan illness dimaksud reaksi personal, interpersonal, dan kultural terhadap penyakit atau perasaan kurang nyaman (1).

Para dokter mendiagnosis dan mengobati disease, sedangkan pasien mengalami illness yang dapat disebabkan oleh disease illness tidak selalu disertai kelainan organik maupun fungsional tubuh.

Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang membahas pengetahuan sehat-sakit pada aspek sosial budaya dan perilaku manusia; serta khusus pada interaksi antara beberapa aspek ini yang mempunyai pengaruh pada kesehatan dan penyakit.

Dalam konteks kultural, apa yang disebut sehat dalam suatu kebudayaan belum tentu disebut sehat pula d alam kebudayaan lain. Di sini tidak dapat diabaikan adanya faktor penilaian atau faktor yang erat hubungannya dengan sistem nilai.

Read More

MASALAH SEHAT DAN SAKIT

No comments:



Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, sosial budaya, perilaku, populasi penduduk, g enetika, dan sebagainya.


Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being , merupakan resultante dari 4 faktor(3)yaitu:

1. Environment atau lingkungan.
2. Behaviour atau perilaku,
Antara yang pertama dan kedua d ihubungkan dengan ecological balance.
3. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan sebagainya.
4. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat.

Tingkah laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor -faktor seperti kelas sosial, perbedaan suku bangsa dan budaya. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis), bergantung dari variabel-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien.


Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik, yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia.

Pernyataan tentang pengetahuan ini dalam tradisi klasik Yunani, India, Cina, menunjukkan model keseimbangan (equilibrium model) seseorang dianggap sehat apabila unsur - unsur utama yaitu panas dingin dalam tubuhnya berada dalam keadaan yang seimbang. Unsur-unsur utama ini tercakup dalam konsep tentang humors, ayurveda dosha, yin dan yang. Departemen Kesehatan RI telah mencanangkan kebijakan
Read More

KEJADIAN PENYAKIT

No comments:



Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Perilaku dan cara hidup manusia dapat merupakan penyebab bermacam - macam penyakit baik di zaman primitif maupun di masyarakat yang sudah sangat maju peradaban dan kebudayaannya.

Ditinjau dari segi biologis penyakit merupakan kelainan berbagai organ tubuh manusia, sedangkan dari segi kemasya - rakatan keadaan sakit dianggap sebagai peny impangan perilaku dari keadaan sosial yang normatif. Penyimpangan itu dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau lingkung - an manusia, tetapi juga dapat disebabkan oleh kelainan emosional dan psikososial individu bersangkutan. Faktor emosional dan psikososial ini pada dasarnya merupakan akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan manusia atau kebudayaan (11). Konsep kejadian penyakit menurut ilmu kesehatan ber - gantung jenis penyakit. Secara umum konsepsi ini ditentukan oleh berbagai faktor antara lain parasit, vektor, manusia dan lingkungannya.

Para ahli antropologi kesehatan yang dari definisinya dapat disebutkan berorientasi ke ekologi, menaruh perhatian pada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alamnya, tingkah laku penyakitnya dan cara -cara tingkah laku penyakitnya mempengaruhi evolusi kebudayaannya melalui proses umpan balik (Foster, Anderson, 1978) (12). Penyakit dapat dipandang sebagai suatu unsur dalam lingkungan manusia, seperti tampak pada ciri sel-sabit (sickle-cell) di kalangan penduduk Afrika Barat, suatu perubahan evolusi yang adaptif, yang memberikan imunitas relatif terhadap malaria.

Ciri sel sabit sama sekali bukan ancaman, bahkan merupakan karakteristik yang diing inkan karena memberikan proteksi yang tinggi terhadap gigitan nyamuk Anopheles. Bagi masyarakat Dani di Papua, penyakit dapat merupakan simbol sosial positif, yang diberi nilai -nilai tertentu. Etiologi penyakit dapat dijelaskan melalui sihir, tetapi juga sebagai akibat dosa. Simbol sosial juga dapat merupakan sumber penyakit. Dalam peradaban modern, keterkaitan antara simbol-simbol sosial dan risiko kesehatan sering tampak jelas, misalnya remaja merokok.

Suatu kajian hubungan antara psikiatri dan ant ropologi dalam konteks perubahan sosial ditulis oleh Rudi Salan (1994) berdasarkan pengalaman sendiri sebagai psikiater; salah satu kasusnya sebagai berikut: Seorang perempuan yang sudah cukup umur reumatiknya diobati hanya dengan vitamin dan minyak ikan saja dan percaya penyakitnya akan sembuh.

Menurut pasien penyakitnya disebabkan karena "darah kotor" oleh karena itu satu-satunya jalan penyembuhan adalah dengan makan makanan yang bersih , yaitu `mutih' (ditambah vitamin seperlunya agar tidak kekurang an vitamin) sampai darahnya menjadi bersih kembali. Bagi seorang dokter pendapat itu tidak masuk akal, tetapi begitulah kenyataan yang ada dalam masyarakat.






Read More

KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT BUDAYA MASYARAKAT

No comments:



Istilah sehat mengandung banyak muatan kultural, sosial dan pengertian profesional yang beragam. Dulu dari sudut pandangan kedokteran, sehat sangat erat kaitannya dengan kesakitan dan penyakit. Dalam kenyataannya tidaklah seseder - hana itu, sehat harus dilihat dari berbagai aspek. WHO melihat sehat dari berbagai aspek (6).



Definisi WHO (1981):

Health is a state of complete physical, mental and social well -being, and not merely the absence of disease or infirmity. WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan sosial seseorang. Sebatas mana seseorang dapat dianggap sempurna jasmaninya ?

Oleh para ahli kesehatan, antropologi kesehatan di pandang sebagai disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. Penyakit sendiri ditentukan oleh budaya: hal ini karena penyakit merupakan pengakuan sosial bahwa seseorang tidak dapat menjalankan peran normalnya secara wajar.

Cara hidup dan gaya hidup manusia merupakan fenomena yang dapat dikaitkan dengan munculnya berbagai macam penyakit, selain itu hasil berbagai kebudayaan juga dapat menimbulkan penyakit.

Masyarakat dan pengobat tradisional menganut dua konsep penyebab sakit, yaitu: Naturalistik dan Personalistik. Penyebab bersifat Naturalistik yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan, makanan (salah makan), ke - biasaan hidup, ketidak seimbangan dalam tubu h, termasuk juga kepercayaan panas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan. Konsep sehat sakit yang dianut pengobat tradisional (Battra) sama dengan yang dianut masyarakat setempat, yakni suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan badan atau kondisi tubuh kelainan-kelainan serta gejala yang dirasakan. Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal, wajar, nyaman, dan dapat melakukan aktivitas sehari -hari dengan gairah.

Sedangkan sakit dianggap sebagai suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya orang yang sehat (7). Sedangkan konsep Personalistik menganggap munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu, roh, leluhur atau roh jahat), atau makhluk manusia (tukang sihir, tukang tenung). Menelusuri nilai budaya, misalnya mengenai pengenalan kusta dan cara perawatannya. Kusta telah dik enal oleh etnik Makasar sejak lama.

Definisi WHO (1981): Health is a
state of complete physical, mental and social well -being, and not merely the absence of disease or infirmity. WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan sosial seseorang. Sebatas mana seseorang dapat dianggap sempurna jasmaninya ?

Oleh para ahli kesehatan, antropologi kesehatan di pandang sebagai disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. Penyakit sendiri ditentukan oleh budaya: hal ini karena penyakit merupakan pengakuan sosial bahwa seseorang tidak dapat menjalankan peran normalnya secara wajar.

Cara hidup dan gaya hidup manusia merupakan fenomena yang dapat dikaitkan dengan munculnya berbagai macam penyakit, selain itu hasil berbagai kebudayaan juga dapat menimbulkan penyakit.

Masyarakat dan pengobat tradisional menganut dua konsep penyebab sakit, yaitu: Naturalistik dan Personalistik. Penyebab bersifat Naturalistik yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan, makanan (salah makan), ke - biasaan hidup, ketidak seimbangan dalam tubu h, termasuk juga kepercayaan panas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan. Konsep sehat sakit yang dianut pengobat tradisional (Battra) sama dengan yang dianut masyarakat setempat, yakni suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan badan atau kondisi tubuh kelainan-kelainan serta gejala yang dirasakan. Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal, wajar, nyaman, dan dapat melakukan aktivitas sehari -hari dengan gairah.

Sedangkan sakit dianggap sebagai suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya orang yang sehat (7). Sedangkan konsep Personalistik menganggap munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu, roh, leluhur atau roh jahat), atau makhluk manusia (tukang sihir, tukang tenung). Menelusuri nilai budaya, misalnya mengenai pengenalan kusta dan cara perawatannya. Kusta telah dik enal oleh etnik Makasar sejak lama.

Seorang pengobat tradisional yang juga menerima pandangan kedokteran modern, mempunyai pengetahuan yang menarik mengenai masalah sakit-sehat. Baginya, arti sakit adalah sebagai berikut: sakit badaniah berarti ada tanda - tanda penyakit di badannya seperti panas tinggi, penglihatan lemah, tidak kuat bekerja, sulit makan, tidur tergan ggu, dan badan lemah atau sakit, maunya tiduran atau istirahat saja. Pada penyakit batin tidak ada tanda -tanda di badannya, tetapi bisa diketahui dengan menanyakan pada yang gaib. Pada orang yang sehat, gerakannya lincah, kuat bekerja, suhu badan normal, makan dan tidur normal, penglihatan terang, sorot mata cerah, tidak mengeluh lesu, lemah, atau sakit - sakit badan(9).

Sudarti (1987) menggambarkan secara deskriptif persepsi masyarakat beberapa daerah di Indonesia mengenai sakit dan penyakit; masyarakat menganggap bahwa sakit adalah keadaan individu mengalami serangkaian gangguan fisik yang menim - bulkan rasa tidak nyaman. Anak yang sakit ditandai dengan tingkah laku rewel, sering menangis dan tidak nafsu makan. Orang dewasa dianggap sakit jika lesu, tidak dapat bekerja, kehilangan nafsu makan, atau "kantong kering" (tidak punya uang).

Selanjutnya masyarakat menggolongkan penyebab sakit ke dalam 3 bagian yaitu :

1. Karena pengaruh gejala alam (panas, dingin) terhadap tubuh manusia

2. Makanan yang diklasifikasikan ke dalam makanan panas dan dingin.

3. Supranatural (roh, guna-guna, setan dan lain-lain.)
Untuk mengobati sakit yang termasuk dalam golongan pertama dan ke dua, dapat digunakan obat -obatan, ramuanramuan, pijat, kerok, pantangan m akan, dan bantuan tenaga kesehatan. Untuk penyebab sakit yang ke tiga harus dimintakan bantuan dukun, kyai dan lain-lain. Dengan demikian upaya penanggulangannya tergantung kepada kepercayaan mereka terhadap penyebab sakit. Beberapa contoh penyakit pada bayi dan anak sebagai berikut :

a. Sakit demam dan panas.
Penyebabnya adalah perubahan cuaca, kena hujan, salah makan, atau masuk angin. Pengobatannya adalah dengan cara mengompres dengan es, oyong, labu putih yang dingin atau beli obat influensa. Di Indramayu dikatakan penyakit adem meskipun gejalanya panas tinggi, supaya panasnya turun. Penyakit tampek (campak) disebut juga sakit adem karena gejalanya badan panas.

b. Sakit mencret (diare).
Penyebabnya adalah salah makan, makan kacang terlalu banyak, makan makanan pedas, makan udang, ikan, anak meningkat kepandaiannya, susu ibu basi, encer, dan lain - lain.

Penanggulangannya dengan obat tradisional misalkan dengan pucuk daun jambu dikunyah ibunya lalu diberikan kepada anaknya (Bima Nusa Tenggara Barat) obat lainnya adalah Larutan Gula Garam (LGG), Oralit, pil Ciba dan lain -lain. Larutan Gula Garam sudah dikenal hanya proporsi campuran - nya tidak tepat.

c. Sakit kejang-kejang
Masyarakat pada umumnya menyatakan bahwa sakit panas dan kejang-kejang disebabkan oleh hantu. Di Sukabumi disebut hantu gegep, sedangkan di Sumatra Barat disebabkan hantu jahat. Di Indramayu pengobatannya adalah dengan dengan pergi ke dukun atau memasukkan bayi ke bawah tempat tidur yang ditutupi jaring.

d. Sakit tampek (campak)

Penyebabnya adalah karena anak terkena panas dalam, anak dimandikan saat panas terik, atau kesambet. Di Indramayu


ibu-ibu mengobatinya dengan membalur anak dengan asam kawak, meminumkan madu dan jeruk nipis atau memberikan daun suwuk, yang menurut kepercayaan dapat mengisap penyakit.





Read More

Gaya Hidup Pria Cenderung Tidak Sehat

No comments:




Hidup yang penuh stres dan ketegangan dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Dibandingkan wanita, pria cenderung menganut pola hidup tidak sehat.

Merokok, contohnya. Seorang pria yang merokok terlihat jantan, tapi sejatinya merokok pelan-pelan melemahkan kesehatan secara keseluruhan.

Ketahui contoh gaya hidup tidak sehat yang tanpa disadari akan melemahkan pria.


1. Terlalu banyak alkohol
Minum alkohol berlebihan dapat mengurangi lapisan di mulut serta kerongkongan. Bakteri dan virus akan lebih sering menyerang Anda.


2. Junk food
Kebiasaan makan makanan yang mengandung banyak gula (junk food) dan tidak menyertakan buah serta sayuran dalam menu harian, membuat sistem kekebalan tubuh melemah.


3. Terlalu stres
Anda tidak dapat menghindari stres sepenuhnya, tapi dapat menurunkan dengan upaya sederhana. Kehidupan pribadi, tekanan pekerjaan, pendidikan, atau apa pun alasannya, jika Anda mencoba latihan pernapasan atau berolahraga setidaknya setengah jam, Anda dapat mengatasi stres dan membangun perisai terhadap serangan penyakit.


4. Tidak olahraga
Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran. Hanya dengan berjalan kaki atau bersepeda 30 menit, sistem kekebalan tubuh Anda akan meningkat dengan cepat.


5. Begadang
Pria sering begadang untuk berkumpul bersama teman, menonton pertandingan bola, atau bahkan menyelesaikan pekerjaan. Patut diketahui, kekurangan waktu tidur akan membuat gemuk dan menggiring Anda pada risiko diabetes. (Sumarni/Boldsky)
Baca Juga:



Gaya Hidup Sehat yang Benar dan Efektif



Read More
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com