Latest Posts

Pengertian Penyakit Sirosis Hati (SH)

No comments:





Sirosis Hati (SH) adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regeneratif.



Pada perjalanannya, peningkatan tekanan portal dan penurunan fungsi hati, mengakibatkan bertambahnya komplikasi-komplikasi seperti asites, perdarahan saluran cerna, ensefalopati dan ikterus. Timbulnya komplikasi-komplikasi ini menandai terjadinya pergantian dari fase kompensasi menjadi dekompensasi. Secara progresif mungkin terjadi terjadi peningkatan beberapa komplikasi seperti perdarahan berulang, kerusakan ginjal yang ditandai dengan adanya asites, sindroma hepatorenal dan sepsis (peritonitis bakteri spontan).

Tingkat morbiditas dan mortalitas meningkat pada kasus perdarahan berulang penderita sirosis hati dengan varises esofagus. Sekitar 50 – 60% penderita sirosis hati dengan varises esofagus akan mengalami perdarahan bermakna secara klinis dan 30% atau 1/3 dari penderita tersebut akan mengalami perdarahan dalam waktu 1 tahun setelah terdiagnosis varises esofagus.

Tingkat mortalitas dari episode pertama perdarahan varises berkisar antara 17 – 57% dimana 2/3 dari penderita yang selamat akan mengalami perdarahan ulang dalam enam bulan berikutnya bila tidak mendapat terapi ( - bloc k er atau endoskopi terapeutik). Dilaporkan juga mortalitas episode perdarahan VE sekitar 30 – 50% dimana 60% terjadi saat perdarahan berulang dan 30% saat awal perdarahan.

Risiko untuk terjadinya perdarahan berulangpaling tinggi pada 6 minggu pertama dan tetap tinggi sampai 6 bulan pertama setelah perdarahanawal. Faktor risiko yang mempengaruhi timbulnya perdarahan berulang pada VE adalah jenis kelamin,usia, adanya asites, derajat varises, tingkat keparahan penyakit hati, dan riwayat ligasi atau skleroterapi sebelumnya. 1,6 Ligasi varises endoskopi juga menunjukkan angka keberhasilan yang bermakna sekitar 80 – 90% untuk mengontrol perdarahan VE dengan komplikasi yang sedikit.

Diagnosis SH dibuat berdasarkan kriteria Soedjono dan Soebandiri tahun 1973, yaitu bila ditemukan 5 dari 7 keadaan berikut: eritema palmaris, spider nevi, vena kolateral atau varises esofagus, asites dengan atau tanpa edema, splenomegali, hematemesis dan melena, rasio albumin dan globulin terbalik dan ditunjang konformasi pemeriksaan USG abdomen. SH Dekompensata adalah pasien SH yang memenuhi kriteria Child B dan C. Sistem skoring untuk menilai prognosis hati kronis yang terdiri dari lima komponen variabel yang dipilih secara empirik, yaitu asites, ensefalopati, serum albumin, serum bilirubin dan PPT . Skor CTP biasakita sebut sebagai Child.

Pembagian besarnya varises esofagus menurut konsensus nasional perkumpulan astroenterologi Indonesia tahun 2007 dan berdasarkan guidelines tahun 2006 untuk menentukan derajat besarnya varises metode yang paling sederhana adalah dengan membaginya kedalam 3 tingkatan (grade), yaitu:

  1. Tingkat 1: varises yang kolaps jika esofagus dikembangkan dengan udara. 
  2. Tingkat 2: varises antara tingkat 1 dan 3. 
  3. Tingkat 3: varises yang cukup besar untuk menutup lumen. 




Read More

Hubungan Ibu Hamil Perokok Pasif dengan BBLR

No comments:





Merokok pasif atau merokok tanpa sadar (involuntary smoking) adalah terpapar asap tembakau tangan kedua/Second-Hand Smoke (SHS) yang merupakan campuran dari hembusan asap utama dan asap samping yang dilepaskan dari rokok yang dibakar atau perangkat merokok lainnya (cerutu, pipa, bidi, dan lain-lain) dan diencerkan dengan udara lingkungan. Asap tembakau tangan kedua/Second-Hand Smoke (SHS) juga disebut sebagai asap rokok lingkungan/ Environmental Tobacco Smoke (ETS) (WHO, 2003).

Merokok selama kehamilan merupakan faktor penentu yang kuat terhadap pertumbuhan janin dan risiko berat badan lahir rendah (Jaakkola dan Gissler, 2004).

Selain itu, merokok selama kehamilan meningkatkan risiko aborsi spontan, plasenta previa (plasenta yang sebagian atau seluruhnya menutupi os serviks internal), solusio plasenta (pemisahan dini plasenta dari dinding rahim). Selain itu, merokok meningkatkan risiko ketuban pecah dini, plasenta previa, dan kelahiran prematur (Amasha dan jaradeh, 2012).

Jika ibu terpapar nikotin maka dapat meningkatkan tekanan darah arteri dan denyut jantung sehingga dapat mengubah denyut jantung janin dan aliran darah umbilikal, dan menginduksi hipoksia pada janin (Guan et al.,2009). Unsur CO berikatan dengan Hb sehingga menghasilkan (COHb), dimana carboxyhemoglobin tidak dapat membawa O2 sehingga membatasi pelepasan O2 ke jaringan, dan dapat menyebabkan hipoksia pada janin (Venditti et al., 2011). Hipoksia pada janin dan menurunnya aliran darah umbilical dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin sehingga menyebabkan bayi berat lahir rendah (BBLR) (Venditti et al., 2011).



Read More

Pengertian Rokok secara Ilmiah

No comments:






Rokok adalah salah satu Produk Tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan dihisap dan/atau dihirup asapnya, termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nikotiana tabakum, nikotiana rustika, dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan (PP Nomor 109 Pasal 1, 2012).

Kategori perokok dibagi dalam kategori perokok ringan (1 sampai 10 batang perhari), perokok sedang (11 sampai 20 batang perhari), dan perokok berat (lebih dari 20 batang perhari) (Depkes, 2009).

Kandungan Rokok

Menurut Surgeon’s General Report (2010) Asap tembakau mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia. Ratusannya adalah zat beracun. Sekitar 70 bahan kimia dapat menyebabkan kanker.


Kandungan Zat yang terkandung pada Asap Rokok

Dari satu batang rokok yang dibakar dihasilkan sekitar 500 mg gas (92 %) dan 8 % bahan partikel padat. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida, asam hidrosianat, asetaldehid, akrolein, amonia, formaldehid, oksida dari nitrogen, nitrosiamin, hidrazin, dan vinil klorida. Sedang komponen padat atau partikel terdiri dari tar, hidrokarbon aromatik polinuklear, nikotin, fenol, kresol, β-naftilamin, N-nitrosonor nikotin, benzo (a) piren, logam (nikel, arsen, polonium-210), indol, karbazol, dan katekol (Syahdrajat, 2007)




Nikotin adalah obat simpatomimetik yang melepaskan katekolamin , meningkatkan denyut jantung dan kontraktilitas jantung, mengkonstriksi kulit dan pembuluh darah koroner, dan secara sementara meningkatkan tekanan darah (Benowitz, 2009).Paparan nikotin selama kehamilan dapat menyebabkan hipoksia intrauterin janin Pada orang dewasa, nikotin bisa meningkatkan tekanan darah arteri dan denyut jantung. Jika ibu terpapar nikotin maka dapat meningkatkan tekanan darah arteri dan denyut jantung sehingga dapat mengubah denyut jantung janin dan aliran darah umbilikal, dan menginduksi hipoksia pada janin (Guan et al.,2009).

Unsur CO memiliki afinitas 250 kali lebih besar daripada molekul oksigen (O2) untuk berikatan dengan Hb sehingga menghasilkan (COHb), dimana carboxyhemoglobin tidak dapat membawa O2 sehingga membatasi pelepasan O2 ke jaringan, dan dapat menyebabkan hipoksia pada janin (Venditti et al., 2011).



Read More

Penyakit Lambung

No comments:



Penyakit lambung, sering disebut juga sakit maag adalah yang diakibatkan oleh kelebihan asam lambung, sehingga dinding lambung lama -lama tidak kuat menahan asam lambung tersebut sehingga timbul rasa sakit yang sangat mengganggu bagi penderita.

Gejala khas sakit pada lambung adalah rasa panas di dada, rasa tidak nyaman waktu menelan, dan rasa sakit waktu menelan. Gejala tambahan meliputi serangan asma, suara serak, mual dan muntah, nyeri pada dada dan sering sendawa (Anonim 2011).


Penyebab Penyakit Lambung

Bila mukosa lambung sering kali atau dalam waktu cukup lama bersentuhan dengan aliran balik getah duodenum yang bersifat alkalis, Peradangan sangat mungkin terjadi dan akhirnya malah berubah menjadi tukak lambung. Gastritis dapat pula disebabkan oleh turunnya daya tangkis mukosa, yang dalam keadaan sehat sangat tahan terhadap sifat agresif HCl-pepsin.

Keutuhan dan daya regenerasi sel-sel mukosa dapat diperlemah tidak saja oleh sekresi HCl berlebihan, melainkan oleh obat-obat OAINS, kortikosteroid dan alkohol dalam kadar tinggi dapat merusak barrier mucus dan mengakibatkan pendarahan (Tjay, 2002).


Gambaran klinis

Gejala umumnya tidak ada atau kurang nyata, kadang kala dapat berupa gangguan pada pencernaan (indigesti, dispepsia), nyeri lambung dan muntah -muntah akibat erosi kecil di selaput lendir. Adakalanya terjadi pendarahan.


Penyembuhan Penyakit Lambung

Berdasarkan penyebab penyakit lambung, penyembuhannya dilakukan dengan menetralkan asam lambung, mengurangi produksi asam lambung, mengobati infeksi pada selaput lendir lambung, dan mengurangi rasa sakit akibat iritasi selaput lendir atau kekejangan otot dinding lambung.

Obatnya adalah Antasid, Anti-Histamin, Anti- Kolinergik, Demulcent (dapat mengurangi iritasi lokal pada tukak lambung, dan secara fisik melindungi sel-sel di bawahnya terhadap kontak dengan iritan dari luar)(Anonim, 2010).





Baca Juga:

Pengertian Lambung
Mengenal Tentang Penyakit Maag (Gastritis)
Pengertian Obat Menurut Undang - Undang


Read More

Pengertian Obat Menurut Undang - Undang

No comments:



Obat adalah semua bahan tunggal atau campuran yang digunakan oleh semua mahluk untuk bagian dalam maupun bagian luar, guna mencegah, meringankan, maupun menyembuhkan penyakit. Menurut undang-undang, yang dimaksud dengan obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menentukan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit luka, atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan, termasuk memperelok tubuh atau bagian tubuh manusia (syamsuni, 2006).

Obat dapat bersifat sebagai obat dan juga dapat bersifat sebagai racun. Obat bersifat sebagai obat jika tepat dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan waktu yang tepat. Akan tetapi apabila digunakan penyalahgunaan dalam pengobatan atau dengan dosis yang berlebihan maka dapat menimbulkan keracunan, sebaliknya apabila dosis yang diberikan lebih kecil maka tidak akan memperoleh efek penyembuhan (Anonim, 2011).


  • Peran Obat
Obat merupakan salah satu komponen yang tidak dapat tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Obat berbeda dengan komoditas perdagangan, karena selain merupakan komoditas perdagangan, obat juga memiliki fungsi sosial. Obat berperan sangat penting dalam pelayanan kesehatan karena penanganan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat atau farmakoterapi. Seperti yang telah dituliskan pada pengertian obat diatas, maka peran obat secara umum adalah sebagai berikut (Sanjoyo, UGM):

1) Penetapan diagnosa
2) Untuk pencegahan penyakit
3) Menyembuhkan penyakit
4) Memulihkan (rehabilitasi) kesehatan
5) Mengubah fungsi normal tubuh untuk tujuan tertentu
6) Peningkatan kesehatan
7) Mengurangi rasa sakit


  • Prinsip Pemberian Obat
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian obat secara umum adalah sebagai berikut (Anonim, 2010):


1. Tepat Penderita

Dalam memberikan obat, harus memastikan dan memeriksa identitas pasien pada setiap kali pemberian obat. Apakah obat yang diberikan sesuai dengan penderitanya


2. Tepat Obat

Sebelum memberikan obat pada pasien, perlu membaca kembali label obat serta interaksi obat dan memastikan kembali bahwa pasien menerima obat yang telah diresepkan sesuai dengan penyakit yang derita. Dalam memberikan obat pada pasien, sebaiknya mengecek obat pada saat menerima resep, agar tidak terjadi kesalahan saat memberikan obat.


3. Tepat Dosis

Memastikan dan memeriksa dosis tertentu yang telah diresepkan dokter untuk pasien dengan penyakit tertentu agar tidak terjadi over dosis atau under dosis yang dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.


4. Tepat Waktu

Memberikan obat yang telah diresepkan pada waktu-waktu tertentu serta memperhatikan kapan obat tersebut diberikan, sebelum makan atau sesudah makan. Misal: obat x diberikan dengan dosis harian 2 x sehari sebelum makan


5. Waspada

Waspada terhadap efek samping yang ditimbulkan obat




Baca Juga:

Penyakit Lambung 
Pengertian Lambung
Mengenal Tentang Penyakit Maag (Gastritis)


Read More

Mengenal Tentang Penyakit Maag (Gastritis)

No comments:




Maag atau radang lambung atau tukak lambung atau gastritis adalah gejala penyakit yang menyerang Lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan Lambung yang menyebabkan sakit dan perih pada Perut (Ilyas, Sadeli).

Radang lambung


Maag sendiri merupakan kosa kata Belanda yang berarti lambung, yang kemudian di Indonesiakan menjadi maag yaitu sakit pada lambung. Umumnya penyakit ini sering terjadi pada orang bergolongan darah O. Penyakit ini berupa peradangan selaput lendir (mukosa) lambung (gastritis) atau luka mukosa lambung (gastric ulcer) yang dikenal dengan istilah tukak lambung (ulcus pepticum).

Lambung dalam keadaan sakit terdapat borok-borok pada mukosa lambung. Borok terjadi akibat tidak seimbangnya sekresi asam lambung-pepsin dan mukus yaitu produk kelenjar pada mukosa lambung yang berfungsi sebagai benteng bagi lapisan mukosa lambung. Karena lambung terletak di rongga perut bagian atas agak ke kiri, maka penderita biasanya mengeluh sakit di bagian itu (Anonim, 2010).

Gastritis terjadi karena berbagai sebab, penyebab paling umum akibat peningkatan produksi asam lambung atau menurunya daya tahan dinding lambung terhadap pengaruh luar. Gastritis akut yang tidak diobati akan berkembang menjadi kronis.

Gastritis kronis yang disertai borok atau luka pada dinding lambung disebut tukak lambung. Secara garis besa r beberapa faktor pemicu timbulnya penyakit ini dikelompokkan dalam empat golongan, antara lain faktor makanan, obat -obatan dan zat kimia, faktor psikologi, serta infeksi bakteri (Uripi, 2004).

Tujuan utama dalam pengobatan gastritis adalah menghilangkan n yeri,menghilangkan inflamasi dan mencegah terjadinya ulkus lambung dan komplikasi. Berdasarkan patofisiologisnya terapi farmakologi gastritis ditujukan untuk menekan faktor agresif dan memperkuat faktor defensif.

Sampai saat ini pengobatan ditujukan untuk mengurangi asam lambung yakni dengan cara menetralkan asam lambung dan mengurangi sekresi asam lambung. Selain itu pengobatan gastritis juga dilakukan dengan memperkuat mekanisme defensive mukosa lambung dengan obat-obat sitoproteksi (Dipiro, 2008)

Telah banyak obat yang beredar yang bertujuan mengobati penyakit gastritis. Di samping itu kepada penderita tetap dianjurkan mengatur pola makannya dan menghindari faktor - faktor yang dapat memperparah penyakitnya. Penggunaan obat penghambat H2 (Ranitidin) bertujuan untuk mengurangi sekresi asam, antasid digunakan untuk menetralkan asam yang tersekresi dan sukralfat untuk melapisi daerah inflamasi atau ulserasi sehingga dapat mempercepat penyembuhan (Herman, 2004).

Penyakit ulkus peptikus (tukak) merupakan pembentukan ulkus pada saluran pencernaan bagian atas yang diakibatkan oleh pembentukan asam dan pepsin. Tukak berbeda dari erosi mukosa superfisial dalam yang membuat luka lebih dalam pada mukosa muskularis.

Tiga bentuk umum dari tukak adalah ulcer yang disebabkan oleh H. Pylori , obat anti inflamasi non steroid, dan kerusakan mokosa yang berhubungan dengan stress (ulcer stress) (Sukandar, Yulina Elin).

Bakteri patogen pada saluran cerna merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit infeksi pada saluran cerna manusia. Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit infeksi pada saluran cerna adalah bakteri -bakteri famili Enterobacteriaceae.

Bakteri patogen













Bakteri ini dapat hidup dalam usus besar manusia dan hewan, dalam tanah, dan dalam air. Karena dalam usus besar manusia, bakteri-bakteri ini sering disebut bakteri enterik (Radji, 2010).





Baca Juga:

Pengertian Lambung
Penyakit Lambung 
Pengertian Obat Menurut Undang - Undang


Read More

Pengertian Lambung

No comments:



Lambung merupakan suatu tabung elastis, yang lebar dan lunak. Lambung dapat memperbesar sampai 30 cm panjangnya dengan volume 3-4 liter. Dinding terdiri dari 3 lapisan otot yang dari dalam diselubungi oleh selaput-perut. Otot-otot ini berfungsi menggerakkan peristaltik yang meremas makanan menjadi bubur.

Lambung dibagi dalam tiga bagian, yakni bagian atas (fundus), bagian tengah (corpus), dan bagian bawah (antrum) yang meliputi pelepasan lambung (pylorus). Selain otot penutup pylorus, dibagian atas lambung juga terdapat otot melingkar lain, yakni sfingter kerongkong-lambung (katup gastro-oesophagus).



Sfingter tersebut bekerja sebagai katup dan berfungsi menyalurkan makanan kehanya satu jurusan, yaitu kearah usus.

Fungsi lambung adalah sebagai penampung makanan dan ditempat inilah makanan diaduk secara intensif dengan getah lambung dan terjadi absorpsidari bahan makanan tertentu (Tjay, 2002).Proses pencernaan dimulai dalam mulut, tempat di mana makanan dihaluskan sambil diaduk dengan ludah. Kelenjar liur mengsekresi enzim amilase ( ptyalin) yang berfungsi “melumas” makanan sehingga lebih mudah ditelan.

Dalam kerongkongan (oesophagus), yang panjangnya 25 cm, makanan kemudian didorong dengan gerakan peristaltic melalui katup gastro-oesophagus pada ujung oesophagus kearah lambung. Gerakan berombak ini yang terdiri dari gerakan kontraksi dan relaksasi, ditimbulkan oleh otot-otot pada dinding oesophagus (Tjay, 2002) .

Lambung terletak di bagian kuadran kiri atas dari abdomen dan mempunyai kapasitas kira-kira 1500 mL. Terdapat 3 bagian utama yaitu fundus, badan dan antrum. Pylorus adalah bagian kecil dari antrum.

Fungsi lambung adalah :

  1. Mencerna makanan secara mekanikal.
  2. Sekresi, yaitu kelenjar dalam mukosa lambung mensekresi 1500 – 3000 mL gastrik juice (cairan lambung) per hari. Komponene utamanya yaitu mukus, HCL (hydrochloric acid), pensinogen, dan air. Hormon gastrik yang disekresi langsung masuk kedalam aliran darah.
  3. Mencerna makanan secara kimiawi yaitu dimana pertama kali protein dirubah menjadi polipeptida
  4. Absorpsi, secara minimal terjadi dalam lambung yaitu absorpsi air, alkohol, glukosa, dan beberapa obat.
  5. Pencegahan, banyak mikroorganisme dapat dihancurkan dalam lambung oleh HCL.
  6. Mengontrol aliran chyme (makanan yang sudah dicerna dalam lambung) kedalam duodenum. Pada saat chyme siap masuk kedalam duodenum, akan terjadi peristaltik yang lambat yang berjalan dari fundus ke pylorus (Sain, 2009).





Baca Juga:

Mengenal Tentang Penyakit Maag (Gastritis)
Penyakit Lambung 
Pengertian Obat Menurut Undang - Undang


Read More
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com