Obat adalah semua bahan tunggal atau campuran yang digunakan oleh semua mahluk untuk bagian dalam maupun bagian luar, guna mencegah, meringankan, maupun menyembuhkan penyakit. Menurut undang-undang, yang dimaksud dengan obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menentukan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit luka, atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan, termasuk memperelok tubuh atau bagian tubuh manusia (syamsuni, 2006).
Obat dapat bersifat sebagai obat dan juga dapat bersifat sebagai racun. Obat bersifat sebagai obat jika tepat dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan waktu yang tepat. Akan tetapi apabila digunakan penyalahgunaan dalam pengobatan atau dengan dosis yang berlebihan maka dapat menimbulkan keracunan, sebaliknya apabila dosis yang diberikan lebih kecil maka tidak akan memperoleh efek penyembuhan (Anonim, 2011).
- Peran Obat
Obat merupakan salah satu komponen yang tidak dapat tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Obat berbeda dengan komoditas perdagangan, karena selain merupakan komoditas perdagangan, obat juga memiliki fungsi sosial. Obat berperan sangat penting dalam pelayanan kesehatan karena penanganan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat atau
farmakoterapi. Seperti yang telah dituliskan pada pengertian obat diatas, maka peran obat secara umum adalah sebagai berikut (Sanjoyo, UGM):
1) Penetapan diagnosa
2) Untuk pencegahan penyakit
3) Menyembuhkan penyakit
4) Memulihkan (rehabilitasi) kesehatan
5) Mengubah fungsi normal tubuh untuk tujuan tertentu
6) Peningkatan kesehatan
7) Mengurangi rasa sakit
- Prinsip Pemberian Obat
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian obat secara umum adalah sebagai berikut (Anonim, 2010):
1. Tepat Penderita
Dalam memberikan obat, harus memastikan dan memeriksa identitas pasien pada setiap kali pemberian obat. Apakah obat yang diberikan sesuai dengan penderitanya
2. Tepat Obat
Sebelum memberikan obat pada pasien, perlu membaca kembali label obat serta interaksi obat dan memastikan kembali bahwa pasien menerima obat yang telah diresepkan sesuai dengan penyakit yang derita. Dalam memberikan obat pada pasien, sebaiknya mengecek obat pada saat
menerima resep, agar tidak terjadi kesalahan saat memberikan obat.
3. Tepat Dosis
Memastikan dan memeriksa dosis tertentu yang telah diresepkan dokter untuk
pasien dengan penyakit tertentu agar tidak terjadi over dosis atau under dosis yang
dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
4. Tepat Waktu
Memberikan obat yang telah diresepkan pada waktu-waktu tertentu serta
memperhatikan kapan obat tersebut diberikan, sebelum makan atau sesudah makan.
Misal: obat x diberikan dengan dosis harian 2 x sehari sebelum makan
5. Waspada
Waspada terhadap efek samping yang ditimbulkan obat
Baca Juga:
Penyakit Lambung
Pengertian Lambung
Mengenal Tentang Penyakit Maag (Gastritis)

0 comments: